Kamis, 09 April 2009

Was-Was & Tips Syar'iyyah Ulama

WAS-WAS

Syaikh Ahmad Ramadhan dalam ‘Amaliyyah Ikhraajil Jinni wa Ibthaalis Sihr menjelaskan seputar penyakit was-was,

“was-was ialah jenis penyakit terkutuk, yang timbul karena seorang hamba mengalami berbagai kesusahan dan kesedihan, sementara kondisi fisik dan mentalnya lemah, sehingga tak dapat mengatasinya. Dia bersikap apatis, tidak mengalahkannya dengan kekuatan imannya. Dia lupa mengucapkan secara berulang-ulang dengan hati yang khusyuk akan firman Allah SWT : “innaalillaahi innaa ilayhi raaji’uun” (QS. Al-Baqarah [2] : 156).

Was-was dibagi dua :

Was-was intern, timbul dari setan yang selalu menemani manusia (qarin). Setiap manusia mempunyai qarin sendiri, dan cara pengobatannya ialah dengan membaca ta’awudz, Was-was ekstern atau was-was karena pengaruh dari luar. Was-was jenis inipun dibagi dua macam, yaitu ;

- Was-was yang bersifat sementara. Was-was ini menimpa orang yang bersangkutan selama beberapa waktu, kemudian lenyap darinya selama beberapa waktu pula,

- Was-was yang bersifat dominan, yakni was-was yang terus-menerus menimpa orang yang bersangkutan dengan kuatnya dan membisikkan serta memerintahkan kepadanya melakukan berbagai keburukan. Was-was jenis ini merupakan jenis was-was yang paling berbahaya; adakalanya menyebabkan orang yang bersangkutan menjadi gila (na’uudzubillaahi min dzaalik)

TIPS SYAR’IYYAH

Syaikh Ahmad Ramadhan pun mengungkapkan pengalamannya menghadapi pasien, seorang apoteker yang was-was istrinya berselingkuh. Apoteker tersebut diserang was-was yang sangat kuat hingga mempengaruhi kehidupan rumah tangganya. Berikut tips terapi Syar’iyyah yang dijelaskan oleh Syaikh Ahmad Ramadhan untuk mengobati penyakit was-was, amalkan secara konsisten (dawam) Insya Allah, barakallaahufiikum

Bila hendak tidur, bacalah terlebih dahulu QS. Al-Fatihah,

Baca ayat Qursiy (QS. Al-Baqarah : 255), jangan meninggalkan shalat lima waktu dan membaca surat Mu’awwidzat yang tiga (QS. Al-Ikhlas, QS. Al-Falaq dan QS. An-Naas),

Baca QS. Al-Baqarah [2] : 137 sebanyak sepuluh kali,

Baca do’a berikut sebanyak tiga kali ;

Yaa rabbal ardhiina wa maa aqallat wa rabbas-samaawaati wa maa adhallat kun lii jaaran wahfazhnii min kulli suuin

“Yaa Rabb tujuh lapis bumi dan segala sesuatu yang disanggahnya, wahai Rabb tujuh lapis langit dan segala sesuatu yang dinaunginya, sudilah kiranya Engkau melindungiku dan memelihara diriku dari segala kejahatan”

Teruslah beristighfar hingga kantuk mengalahkanmu sampai tertidur,

Berwudhulah sebelum tidur dan apabila terbangun di malam hari, ucapkan kalimat ; laa hawla wa laa quwwata illaa billaahi

Shalat shubuh hendaknya berjama’ah, dan seusai shalat banyak membaca firman Allah ; QS. Al-Anbiyaa’ [21] : 87

TAUSIYAH

Syaikh Ahmad Ramadhan pun berpesan “kami peringatkan kepada saudara-saudara yang menjadi pasien dan juga keluarganya, jangan sekali-kali pergi berobat kepada tukang ramal atau dukun atau pergi ke gereja-gereja, lalu duduk di hadapan para rahib dan pendeta, karena hal tersebut ialah perbuatan dosa besar yang justru akan menambah parah penyakit dan memudahkan setan lebih sering merasuki tubuhnya. Kami memohon kesehatan kepada Allah SWT bagi diri kami, juga anda semuanya”. Insya Allah, barakallaahufiikum

Wallaahu a’lam bish-shawaab

3 komentar:

  1. Simak terus up date diskusi antara mantan ht dan aktifis ht di http://mantanht.wordpress.com semoga bermanfaat

    BalasHapus
  2. saya dulu pnh mengalami was2 sehingga saya sampai tidak berani mengkafirkan nasrani karena takut klo tiba2 dia muallaf,,apakah was2 saya ini sudah membuat saya murtad?pdhl saya sama sekali sangat membenci ajaran selain Islam,,,saya sangat sedih sekali,saya g ingin keluar dari agama Allah

    BalasHapus
  3. very good ..
    it's interesting for me, thank you .

    BalasHapus